Karena Badai Arab Saudi Idul Adha 1436 H

Alhamdulillah hari ini tanggal 23 september 2015 bertepatan dengan 09 Dzulhijah 1436 saya menjalankan shalat ied di pelataran parkir Jl. Proklamasi Depok Timur yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah ranting Abadijaya, Depok dengan Imam dan khatib adalah Bp. Farkhan AR pimpinan PDM Muhammadiyah.

 


Setiap kejadian tentu tidak ada yang kebetulan, melainkan sudah takdir/sunnatullah, begitupun pada pagi hari ini.
Tempat saya mengambil shaff tentu juga sudah diatur dan dikehendaki ALLAH, termasuk seorang bapak yang duduk di sebelah kiri putera saya.

Sambil menunggu pelaksanaan shalat Ied, bapak tersebut mengajukan pertanyaan sederhana. "Pak, Kenapa shalat Ied nya hari ini, kan hari ini saudara kita sedang wukuf ?" Sesaat agak bingung juga mau menjawabnya, apakah ini pertanyaan menguji atau memang ini pertanyaan yang serius dari si Bapak. Jawaban awal saya adalah "hari ini memang di Mekah tanggal 09 Dzulhijah, tapi di sini berdasarkan perhitungan muhammadiyah sudah tanggal 10". Dan puasa Arofah dilaksanakan pada tanggal 09 Dzulhijah sesuai dengan tempat tinggal kita, karena puasa kita adalah saat hilal hadir di tempat tinggal kita", begitulah yang diperintahkan dalam Qur'an. Dari penjelasan ini sepertinya si Bapak bisa terima tapi masih tampak belum puas. Si Bapak tersebut bercerita bahwa adalah saya ke sini sebenarnya dalam dualisme, saya tidak fanatik kepada Muhammadiyah akan tetapi saya agak heran saja, kenapa tahun ini Muhammadiyah berbeda dengan Arab Saudi, karena saya selama ini berpegang pada Arab Saudi, beliaupun mengatakan mungkin setelah shalat ini saya akan tetap melanjutkan puasa saya,

Mendengar respon dari si Bapak ini, saya mencoba menjelaskan bahwa meski Arab Saudi berhari raya pada tanggal 24, akan tetapi negara-negara disekitarnya seperti Oman, Kuwait, Uni Emirat Arab, Lebanon mereka berhari raya hari ini tanggal 23, sambil memperlihatkan tabel pelaksanaan hari raya Idul Adha di beberapa negara. Kemudian saya jelaskan juga, tahun ini ALLAH berkehendak lain pada tanah Mekah dan sekitarnya dengan memberikan cuaca ekstrim berupa badai dan hujan es, sehingga jangankan untuk melihat hilal yang di langit, jarak pandang saja terbatas pada 200-500 meter. Sampai di sini respon si Bapak tampak puas, beliau menjawab "alasannya cukup masuk akal" saya jawab insya Allah pak.

Untuk lebih meyakinkan lagi, saya perlihatkan juga print screen situs ummulqura.org.sa  yang saya buka pada tanggal 22 September 2015. Pada hari itu, di situs tersebut tercantum tanggal 22 September 2015 = 09 Dzulhijah 1436H, saya katakan bahwa secara kalender islam, ummul Qura memang selalu sama dengan perhitungan kalender Muhammadiyah, hanya saja untuk tahun ini ALLAH punya kehendak lain, ALLAH mengirim badai, sehingga hilal tidak bisa terlihat, meskipun sesungguhnya hilal sudah hadir. Alhamdulillah, respon si bapak naik levelnya, beliau menjawab "sekarang saya sudah mantab" Masyaallah. Karena itulah negara-negara di sekitar Arab Saudi yang memiliki zona waktu yang sama dengan Arab Saudi seperti Oman, Kuwait, UEA, Qatar mereka berhari raya, karena langit di sana cerah dan puasanya kita adalah saat hilal hadir di tempat tinggal kita.



Depok, 23 Sept 2015/10 Dzulhijah 1436

Wassalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Upgrade NOX Player

Pembayaran Pajak Kenderaan Tahunan via E-Samsat Jabar, Cepat dan Hemat Waktu